satu keluarga masuk islam setelah bermimpi masuk kunjungi ka'bah
Berawal dari mimpi mengunjungi Kakbah, keluarga yang tinggal di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak itu akhirnya memeluk agama Islam. Sebelumnya, mereka beragama Kristen.
Dalam mimpinya, Nuraini Zai mengaku melihat orang berkerumun mengelilingi Kakbah. Lalu, seseorang berjuah putih mengajaknya ikut berkeliling.
"Awalnya saya tidak tahu itu tempat apa dan saya belum tahu itu namanya ka'bah. Lalu saya bertanya ke Pendeta arti mimpi itu, lalu dijawab pendeta mungkin ada yang mendoakan saya untuk masuk Islam," kata Nuraini Zai berbinar-binar, seperti dikutip cakaplah.com, Selasa (21/04/2020).
Tinggal bersama 3 anaknya di rumah ukuran 4x6 berlantai tanah dan berdinding yang ditempel papan kecil menutup lubang angin masuk ke dalam rumah, Zai mengaku mengalami kedamaian hati setelah memeluk Islam.
"Sebelumnya saya berkerja di kebun orang, sama pemilik kebun saya juga diajak memeluk agama Islam, tapi saya tidak mau, mungkin karena hati ini belum terbuka, setelah bermimpi itu saya memutuskan untuk masuk Islam," jelasnya.
Tepat pada Jumat (17/04/2020), Nuraini bersama suami dan anak-anaknya mengucap dua kalimat syahadat, dituntun Ustaz Fadlullah serta disaksikan M Khalil dan Rustam.
"Akhirnya suami saya Seti Gulo (56) dengan nama Islam Muhammad Seti Gulo, Nuraini Zai (49), dan dua orang anak saya Yanto Masa Krisma (21) nama Islam Muhamamad Yanto Gulo, Yanti Kurnia Gulo (13) bersyahadat memeluk agama Islam di Masjid Royatul Iman," tambahnya.
Menariknya, Nuraini masuk ke agama Islam bukan karena di tengah susahnya perekonomian namun memang kesadaran dalam hati. "Tidak ada satu orang pun yang memaksa saya untuk masuk Islam, dan mungkin inilah hidayah untuk saya," katanya.
Nuraini dan suaminya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas dan menanam sayur di tanah milik salah satu sekolah di Kecamatan Koto Gasib. Sayur itu kemudian dijualnya dengan masyarakat sekitar. "Yang penting halal dan tidak mencuri," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sebelum memeluk Islam, Nuraini bertanya kepada suami serta anak-anaknya soal keinginannya pindah agama. Ternyata, keluarganya pun turut mendukung serta ingin turut serta memeluk agama Islam. "Pas saya tanya ke suami, suami pun mendukung dan ia pun mau memeluk agama Islam," katanya.
Dalam mimpinya, Nuraini Zai mengaku melihat orang berkerumun mengelilingi Kakbah. Lalu, seseorang berjuah putih mengajaknya ikut berkeliling.
"Awalnya saya tidak tahu itu tempat apa dan saya belum tahu itu namanya ka'bah. Lalu saya bertanya ke Pendeta arti mimpi itu, lalu dijawab pendeta mungkin ada yang mendoakan saya untuk masuk Islam," kata Nuraini Zai berbinar-binar, seperti dikutip cakaplah.com, Selasa (21/04/2020).
Tinggal bersama 3 anaknya di rumah ukuran 4x6 berlantai tanah dan berdinding yang ditempel papan kecil menutup lubang angin masuk ke dalam rumah, Zai mengaku mengalami kedamaian hati setelah memeluk Islam.
"Sebelumnya saya berkerja di kebun orang, sama pemilik kebun saya juga diajak memeluk agama Islam, tapi saya tidak mau, mungkin karena hati ini belum terbuka, setelah bermimpi itu saya memutuskan untuk masuk Islam," jelasnya.
Tepat pada Jumat (17/04/2020), Nuraini bersama suami dan anak-anaknya mengucap dua kalimat syahadat, dituntun Ustaz Fadlullah serta disaksikan M Khalil dan Rustam.
"Akhirnya suami saya Seti Gulo (56) dengan nama Islam Muhammad Seti Gulo, Nuraini Zai (49), dan dua orang anak saya Yanto Masa Krisma (21) nama Islam Muhamamad Yanto Gulo, Yanti Kurnia Gulo (13) bersyahadat memeluk agama Islam di Masjid Royatul Iman," tambahnya.
Menariknya, Nuraini masuk ke agama Islam bukan karena di tengah susahnya perekonomian namun memang kesadaran dalam hati. "Tidak ada satu orang pun yang memaksa saya untuk masuk Islam, dan mungkin inilah hidayah untuk saya," katanya.
Nuraini dan suaminya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas dan menanam sayur di tanah milik salah satu sekolah di Kecamatan Koto Gasib. Sayur itu kemudian dijualnya dengan masyarakat sekitar. "Yang penting halal dan tidak mencuri," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sebelum memeluk Islam, Nuraini bertanya kepada suami serta anak-anaknya soal keinginannya pindah agama. Ternyata, keluarganya pun turut mendukung serta ingin turut serta memeluk agama Islam. "Pas saya tanya ke suami, suami pun mendukung dan ia pun mau memeluk agama Islam," katanya.
